PIALA DUNIA 2018 Tim Mana Kah Yang Paling Akan Kecewa ?

PIALA DUNIA 2018: Tim mana yang paling membuat kecewa setelah seri kesatu?

Final Piala Dunia 2018 selesai dengan suplai sarat emosi. Di dalamnya, kekecewaan ialah bumbu yang sangat dibutuhkan untuk pesta sepakbola di Rusia. Ketika seluruh talenta sudah menunjukkan kedahsyatan mereka di panggung dunia, ayo kita lihat kesebelasan mana yang telah mengakibatkan kekecewaan besar pada 20 Juni.

1. JERMAN

Tidak diragukan lagi, juara bertahan ialah yang sangat memilukan dari semua fans, tidak melulu orang Jerman tetapi pun penonton netral. Sebagai calon satu-satunya juara yang kalah dalam turnout, namun pelatih (pelatih) Joachim Loew dan murid-muridnya sudah menunjukkan teknik yang salah dalam memainkan kesebelasan besar.

Kalah 0-1 melawan Meksiko di laga pendahuluan Grup F mengindikasikan bahwa Jerman melakukan tidak sedikit kesalahan dalam taktik. Dalam masa-masa yang sulit, pelatih Loew pun tidak mempunyai solusi spektakuler di samping kesetiaan terhadap permainan yang sudah hancur oleh Meksiko setelah melulu sekitar 30 menit eksplorasi. Di samping itu, tidak sedikit pilar “Tank” tidak bagus.

Setelah pertandingan, gelandang Matt Hummels secara terang-terangan mengkritik teman satu timnya yang tidak bersemangat, memaksa dia dan rekannya Jerome Boateng menderita. Namun, tidak terdapat bukti bahwa ini hanyalah kurangnya disiplin individu, atau tata letak kesebelasan Tuan Loew bahwa mereka tidak memuliakan permainan kolektif. Bagaimanapun, Die Mannschaft sudah mengekspos subjektivitas, kurangnya pemahaman lawan dan kurangnya alternatif. Dan ini ialah sesuatu yang lebih membuat kecewa daripada hasil 0-1.

2. PERANCIS

Kemenangan tidak jarang gagal untuk mengisahkan kualitas sebetulnya dari olahraga. Meskipun Prancis mengungguli Australia 2-1, mereka mengekspos kesebelasan yang biasa-biasa saja, bukan kesebelasan dengan calon juara. Bahkan, Les Bleus beruntung di kedua gol itu. Situasi penalti untuk mereka pun dapat diartikan secara bertolak belakang oleh wasit. Dan gol kedua, bola menyentuh pemain Australia menciptakan jalan menjadi terlalu susah untuk dihancurkan.

Kemenangannya ialah itu, namun Prancis belum mempunyai serangan yang jelas. Meskipun memiliki tidak sedikit pemain bagus di puncak, satu-satunya urusan yang mereka lakukan ialah melewati garis larangan. Dalam pertandingan itu, semua pemain Australia melulu menjaga jarak bertahan dengan mudah mengungguli fase bola pada lawan. Pertandingan ini sangat menarik, sampai keramaian untuk daftar terjadi di agen bola terpercaya di Indonesia.

Mereka bahkan menciptakan “ayam jantan Gaulois” kehilangan bola 15 kali. Ada perasaan, masing-masing kali bola selesai, semua pemain menyerang Prancis tidak tahu di mana mesti menemukan tahapan yang tepat, sampai-sampai sulit untuk bola guna mengoordinasikan keputusan. Bahkan Didier Deschamps bukan pelatih yang bertangan tinggi. Dia bakal mengalami kendala dengan kesebelasan kesabaran defensif. Mungkin ketika ini, Deschamps akan hendak bertemu dengan kesebelasan yang powerful untuk mengindikasikan permainan serang balik, laksana yang dilakukannya sebelum Jerman di EURO 2016.

3. ARAB SAUDI

Sisi Asia telah mengindikasikan diri sebagai kesebelasan terburuk. Tidak melulu yang terburuk, level kesebelasan ini terlampau jauh dari kesebelasan lain. Dapat dikatakan, semenjak Arab Saudi di Piala Dunia 2002 (kebobolan 12 kali, tidak mencetak gol apa pun), babak final Piala Dunia kembali menonton kualitas permainan yang rendah. Kegagalan melawan Rusia ialah hasil yang bisa diprediksi, meskipun kesebelasan Asia Barat mempunyai peringkat yang lebih tinggi daripada kesebelasan tuan lokasi tinggal pada peringkat FIFA. Tapi teknik pemain Rusia terlalu gampang untuk mengejar jalan ke gawang lawan ialah cerita lain.

Pada mula pertandingan pembukaan lumayan mengesankan dengan permainan kecil flash game yang mengingatkan pada klub Barcelona, ​​Arab Saudi melulu melakukan tersebut pada jarak lebih dari 40m dari kursi kiper Igor Akinfeev. Mereka mengindikasikan kombinasi ketidakberartian yang relatif kecil bahkan saat tidak ada desakan dari Rusia.

Mereka mengupayakan untuk mendorong laju awal, dan lantas dengan cepat turun lapangan di babak kedua.Meskipun kiat dasar paling baik (bahkan melampaui tidak sedikit pemain kesebelasan tuan rumah), namun pemain Arab Saudi lemah. Kelemahan, kekuatan bentrokan yang lemah dan posisi yang buruk.

Setelah pertandingan pembukaan, reaksi semua penonton di jejaring sosial dengan Arab Saudi paling negatif. Sebagian besar pertanyaan mengenai kelayakan wajah ini dari Asia. Ada sejumlah kekhawatiran, sebab Piala Dunia 2026 akan menambah jumlah kesebelasan menjadi 48. Dan kemudian, kualitas rendah seperti tersebut dapat mengulang pulang di panggung sepakbola terbesar di dunia. Tapi walaupun begitu, terlihat banyak fans yang tetap tersenyum karena menonton sambil bermain domino qiuqiu di handphone mereka masing-masing.

Kita tunggu saja kelanjutan pertandingan di babak 16 besar nanti, apakah Jepang yang lolos mampu mempertunjukkan kualitasnya sebagai wakil Asia satu-satunya.

Comments are closed.