Krisis Melanda Team Jerman

Tim nasional Jerman baru-baru ini terdegradasi dari Liga A pada musim perdana Liga Bangsa-Bangsa UEFA. Ditambah dengan tersisihnya mereka di penyisihan grup Piala Dunia 2018 membuat Die Mannschaft yang sangat biasanya terlihat sangat konsisten menjadi  terlihat rapuh.

Tetapi apa yang telah berubah? Apa yang menyebabkan juara dunia empat kali dan juara Eropa tiga kali ini terpuruk seperti sekarang ini? Artikel ini akan mencoba untuk membahas tentang alasan potensial yang menjadi penyebab redupnya bintang-bintang pasukan Joachim Löw.

Mesut Ozil Gantung Sepatu

Mesut Ozil Germany no.10

Musim panas ini, setelah mengalami kehancuran di Piala Dunia Jerman 2018, Pesepakbola Terbaik Jerman lima kali dan mantan Juara Dunia Mesut Ozil mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional.

Kualitas gelandang lincah yang satu ini tidak akan kita temukan lagi pada pemain mana pun di tim mana pun, Ozil adalah satu-satunya pemain dalam sejarah olahraga yang memimpin grafik assist di liga Jerman, Spanyol dan Inggris serta Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa.

Tetapi apakah kepergian Mesut Ozil menjadi penyebab utama memburuknya permainan dari Team Nasional Jerman? Beberapa permainan terakhir dari Ozil untuk team nasional tidak begitu memuaskan para supporter dari team Jerman.

Pada sesi World Cup kali ini, Ozil bermain penuh selama 90 menit, untuk 2 laga bersama team Der Panzer. Kedua laga tersebut tidak membuahkan kemenangan, mereka kalah melawan Mexico dan juga Korea Selatan. Kemenangan team Jerman satu-satunya adalah pada laga dimana Ozil tidak bermain. Dalam seluruh laga di World Cup 2018, yaitu delapan laga, Team Jerman hanya mengantongi tiga kemenangan. Tiga kemenangan tersebut didapat pada saat Ozil tidak berpartisipasi, semua laga yang Ozil mainkan tidak ada satupun yang berbuah kemenangan.

Tetapi di lain sisi, tidak ada satupun yang meragukan kemampuan dari seorang Mesut Ozil. Ozil sangat brilian dari segi umpan, mempunya pandangan yang luas di dalam lapangan, sehingga banyak menciptakan peluang-peluang yang berpotensi merobek gawang lawan. Sepertinya terlihat bahwa penurunan performa dari team Jerman sendiri sudah terjadi jauh hari sebelum “Dampak Ozil” ini mulai marak dibicarakan.

Neuer Vs Ter Stegen

Neuer

Manuel Neuer akan ditafsirkan akan menjadi legenda Team Jerman di masa mendatang. Bayern Munich No.1 yang berusia 32 tahun ini adalah salah satu dari sedikit penjaga gawang dalam sejarah yang dinominasikan untuk penghargaan Ballon d’Or yang bergengsi.

Seorang pemain yang kerap dikreditkan karena merevolusi posisi penjaga gawang, Neuer telah terpilih menjadi tim FIFA FIFPro World XI sebanyak empat kali, lebih banyak dari pemain Jerman lainnya dalam sejarah. Sungguh pencapaian yang sensasional dan patut untuk dibanggakan.

Namun, Neuer telah berjuang dengan cedera di musim-musim terakhir yang menyebabkan dia kehilangan sebagian besar permainannya pada tahun 2017 dan 2018. Neuer hanya bermain tiga pertandingan Bundesliga di musim sebelum Piala Dunia 2018.

Klubnya, Bayern Munich, juga menderita karena membiarkan pemain Jerman itu memulihkan jati dirinya, juara Bundesliga itu menemukan diri mereka berada di posisi ke-5, yang notabenenya mengecewakan walaupun mereka mendapatkan Neuer kembali sebagai pelindung gawang mereka.

Status Neuer yang tidak tersentuh bisa sedikit membingungkan mengingat Jerman memiliki salah satu kiper terbaik dunia, Marc-Andre Ter Stegen, sebagai cadangan. Pencetak gol awal Barcelona memiliki semua kebutuhan yang diperlukan untuk menjadi pelindung baru gawang Jerman. Dia adalah penghenti tembakan yang luar biasa, hebat dengan kakinya dan secara konsisten tampil di level tinggi untuk klubnya.

Ter Stegen

Diperdebatkan, Ter Stegen telah menunjukkan kepada negaranya apa yang dapat dia lakukan jika diberi tanggung jawab tim nasionalnya. Kemenangan Piala Konfederasi Jerman 2017 yang berhasil dimenangkan oleh penampilan Man of the Match oleh Ter Stegen di final.

Ter Stegen terpilih sebagai petenis nomor satu Jerman untuk turnamen itu dan meyakinkan dunia bahwa dia adalah pengganti Neuer. Dengan cedera Neuer, Ter Stegen kemudian terpilih sebagai penjaga gawang pilihan pertama untuk kampanye kualifikasi Piala Dunia Jerman. Dengan Ter Stegen di depan gawang, Jerman memenangkan setiap pertandingan kualifikasi Piala Dunia, kebobolan hanya dua kali. Hebatnya, Jerman tidak pernah kalah dengan Ter Stegen mulai menjaga gawang sejak Juni 2013.

Comments are closed.