Kesebelasan Jerman Tercermin Pada Piala Dunia 2018 Melawan Meksiko

Tim Jerman menjadi simbol ketegangan dan putus asa yang menyelimuti negara tersebut sebagai dampak kebijakan imigrasi, Merkel terpukul saat Jerman kalah dari Meksiko di Piala Dunia.

Bek Jerman Sami Khedira (kanan) berselisih dengan bek Meksiko Hector Moreno dalam pertandingan antara Jerman Dengan Meksiko di Piala Dunia 2018. Piala Dunia 2006 ditandai dengan format sepakbola yang bermusuhan, karismatik dan bervariasi. Orang-orang Jerman bersorak-sorai dalam kesebelasan mereka yang menjanjikan, melambai-lambaikan bendera dan menggambar garis-garis hitam, merah, dan emas di wajah mereka. Ini ialah tonggak bersejarah, sebab orang Jerman jarang mengindikasikan rasa kehormatan hati nasional dengan nyaman sebab peristiwa masa lalu, menurut keterangan dari CNN.

Namun, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengacu pada pemain asing asli, aspek beda dari tim. Tujuh pemain dalam skuad pada tahun 2008 ialah pendatang, sampai-sampai DFB telah mengenalkan kampanye guna mengintegrasikan video yang memperlihatkan orang tua dari pemain, orang kulit berwarna, atau jilbab. Tampaknya Jerman telah mengawali masyarakat multikultural yang baru dan sepenuhnya diterima.

Pemain asing dibedakan

Tapi sekarang, “harta nasional” ini sudah menjadi subyek kontroversial. Kekhawatiran mengenai asal-usul mereka hadir di surat kabar dengan judul yang sehubungan dengan orang asing dan durjana kekerasan, serta komentar ekstrim dari oposisi Partai Nasionalis sayap kiri (AfD). Tekanan terus menerus dari AfD dan pihak-pihak serupa di semua Eropa menakut-nakuti komitmen untuk menjaga blok Angela Merkel tanpa batas. Bahkan di kalangan konservatifnya, terdapat kegemparan dalam masalah migrasi, yang menanam aliansi politik pada risiko keruntuhan.

Tak lama sesudah migrasi pada tahun 2015, yang memungkinkan nyaris satu juta pengungsi untuk mengerjakan perjalanan ke Jerman, pemimpin AfD Alexander Gauland mengklaim bahwa mayoritas orang Jerman mengagumi Jerome Boateng, seorang bintang sepak bola hitam, namun mereka tidak menginginkannya. menjadi tetangga. Gauland kemudian meminta maaf. Beberapa pemain asing lainnya pun berpaling dari penonton. Dalam pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia 2018 dengan kesebelasan nasional Arab Saudi, peminat Jerman mengejek gelandang Ilkay Gundogan, walau pelatih Joachim Low meminta guna berhenti.

Gundogan dan teman setim Mesut Ozil berasal dari Turki, yang sebelumnya difoto bareng Presiden Recep Tayyip Erdogan. Gundogan bahkan memberi Presiden Turki suatu kaos yang dicetak dengan ucapan-ucapan “dikirim ke presiden saya”, menciptakan para peminat marah. Gundogan menuliskan dia tidak mempunyai niat untuk menciptakan pernyataan politik dan berjanji setia untuk nilai-nilai Jerman. Kedua pemain bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier guna mengungkapkan permintaan maaf mereka dan mendinginkan kemarahan rakyat.

Ilkay Gundogan (paling kiri), Mesut Ozil (kedua dari kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (ketiga dari kiri) masih kontroversial.

Langsung ke puncak

Meskipun arus pendatang sudah menurun, debat publik mengenai integrasi sudah meningkat. Pers terus-menerus membicarakan anti-Semitisme, komunitas Muslim yang berkembang dan pembunuhan semua wanita muda dalam kaitannya dengan pencari suaka. Kasus terakhir dengan korban 14 tahun diperkirakan melibatkan seorang penduduk Irak yang telah ditampik suaka.

Kesenjangan yang semakin dalam sebagian diakibatkan oleh perasaan mula sukacita orang Jerman sebab mereka menolong para pengungsi, terutama sebab mereka mengejar diri mereka sendiri dalam perjalanan ini. Negara-negara Timur laksana Hungaria dan Polandia membangkang kuota, sedangkan sekutu tradisional Jerman laksana Perancis dan Italia memperdebatkan Aquarius.

Manajemen yang buruk dan kurangnya sumber daya oleh pemerintah Jerman ialah salah satu penyebab situasi ketika ini. Kantor Federal guna Migrasi dan Pengungsi (BAMF) tidak jarang kali di kelemahan tenaga kerja dan software suaka diperkirakan melalui tanpa pengecekan menyeluruh. Seorang pejabat terkemuka di cabang BAMF di Bremen menghadapi dakwaan suap. Kantor cabang tersebut juga diketahui telah menyerahkan perlindungan palsu untuk lebih dari 1.000 migran, dan disebutkan telah mengamini 44 kandidat yang berhubungan dengan Muslim.

Namun, Merkel masih mempunyai opsi guna meminimalkan akibat dari AfD dan pasukan oposisi, serta untuk menambah pemerintahan yang buruk dari pemerintah. Dengan ekonomi yang powerful dan penambahan $ 73 milyar dalam penghasilan pajak empat tahun laksana yang direncanakan semula, Merkel dapat memakai sebagian dari hasil guna mereformasi BAMF. Jika BAMF dapat menambah kemampuannya guna mendeteksi penipuan dan menyerahkan hak pengungsi untuk mereka yang benar-benar layak, pemrotes imigran mesti diam.

Merkel butuh membuktikan untuk pemilih dan Uni Eropa bahwa Jerman bisa menangani masalah migrasi dengan memberdayakan otoritas dalam negeri untuk menangani klaim pengungsi yang luar biasa, mengemban program integrasi terkoordinasi nilai-nilai demokratis dan deportasi penjahat. Namun, keputusan guna membuka Eropa juga ingin menimbulkan masalah besar guna masa jabatan keempatnya.

Setelah Jerman kalah melawan Meksiko di Piala Dunia 2018, Merkel tidak dapat mengandalkan kesebelasan nasional untuk menilik kenangan estetis musim panas 2006.

Comments are closed.